[KLARIFIKASI] - Penjelasan Pria Marah-Marah Di Beri Rp.1000 Oleh Kasir Indomaret

[KLARIFIKASI] - Penjelasan Pria Marah-Marah Di Beri Rp.1000 Oleh Kasir Indomaret

Seorang pria yang marah-marah pada kasir toko waralaba Indomaret di Aceh mendadak menjadi banyak perbincangan masyarakat setelah videonya viral di media sosial pada pekan silam. Pria dalam video diketahui tidak terima dan merasa dilecehkan karena diberi uang koin Rp 1.000 oleh kasir saat meminta sumbangan. Atas kejadian itu, polisi pun akhirnya turun tangan dalam masalah yang berujung damai ini.


Rekaman video amatir yang diambil dari kamera ponsel, menampilkan adegan kemarahan seorang laki-laki kepada kasir sebuah Indomaret di Aceh. Kemarahan itu dipicu rasa tidak terima dan dilecehkan, karena kasir memberinya uang koin Rp 1.000 saat ia datang meminta sumbangan. Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, pria itu menyebut bahwa uang Rp 1.000 yang diberikan dari kasir Indomaret tidak seberapa dibanding uang konsumen yang kerap mereka kumpulkan sebagai bentuk donasi. Pria itu juga membandingkan pemberian kasir Indomaret ini dengan sumbangan sejumlah Rp 100.000 yang diberikan oleh pedagang ikan di lingkungan toko itu berada. Di samping pria itu juga terlihat satu pria lain yang ikut memarahi kasir. Selain itu, terdapat sejumlah pria lain yang berkumpul di dekat  pintu masuk toko sambil memperhatikan peristiwa di depan mereka.
Kejadian itu diketahui terjadi di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam. Kapolsek Matangkul, Aceh Utara Iptu Sudiya Karya membenarkan hal ini. Menurut dia, pria yang ada di dalam video adalah Jafar Quba, Ketua Remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim, sebuah masjid yang ada di daerah tersebut. "Kami sudah duduk bersama pengurus masjid, camat dan tokoh masyarakat. Prinsipnya tokoh masyarakat ingin masalah ini damai. Hari ini saya masih menunggu laporan resmi dari manajemen Indomaret. Tentu begitu laporan masuk segera kita selidiki dan tindak lanjut sesuai ketentuan yang ada," kata Sudiya.

Atas permintaan damai ini, kepolisian memediasi kedua pihak, antara Kepala Indomaret cabang Medan dan Jafar Quba. Di atas meterai Rp 6.000, Jafar Quba membubuhkan tanda tangan dan menyampaikan permohonan maafnya secara tertulis . "Kami meminta maaf, ini murni kesalahpahaman dan kami sepakat menyelesaiakannya secara kekeluargaan dan berdamai," kata Jafar dalam suratnya. Pihak Indomaret pun sepakat menerima jalan damai atas peristiwa ini dan tidak akan melanjutkannya ke ranah hukum. "Pihak Indomaret diwakili kepala cabang Medan juga hadir. Kami sepakat berdamai. Dengan begitu kasus ini ditutup," kata Sudiya.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar